Rabu, 25 Mei 2016

Soal UKK Tingkat Mu'allimin

PESANTREN PERSATUAN ISLAM 106 
AL-FALAAH KOPO
ULANGAN KENAIKAN KELAS TINGKAT MU’ALLIMIN SEMESTER II
TAHUN PELAJARAN 2015/2016

PETUNJUK PENGERJAAN SO’AL !
1.       Download So’al
2.       Kerjakan Soal Pada Kertas A4
3.       Jawaban So’al dikumpulkan paling lambat hari Senin  30 Mei 2016
4.       Seluruh Lembar Jawaban Santri per kelas disatukan dan dijilid
5.       Trims…. Selamat Bekarja

I.                    Soal ilmu pendidikan
Mu’allimin kelas 10

  1. Uraikan  tentang Strategi  pembelajaran yang  digunakan dalam   pengajaran  Pendidikan Agama Islam  (PAI) dan Bahasa Arab 
  2. Uraikan tentang Tujuan Pendidikan Nasional  dan tujuan Pendidikan Persatuan Islam
  3. Uraikan tentang Tafaqquh fiddin
  4. Deskrifsikan tentang Kode Etik  Guru /Ustadz
  5. Deskrifsikan tentang  Tupoksi (Tugas pokok dan fungsi ) Steakholder Pendidikan 

Mu’allimin Kelas 11
1.    Deskrifsikan tentang Kurikulum , Silabus, dan Rencana Program Pengajaran
2.       Deskrifsikan tentang  ranah  Kognitif, Afektif, dan Psikomotor
3.       Deskrifsikan tentang  Makna Evaluasi, Jenis Evaluasi, dan bentuk Evaluasi, 
4.       Deskrifsikan tentang  Mikro Teaching
5.       Deskrifsikan tentang  8 Keterampilan mengajar bagi Guru





So’al Psikologi Pendidikan
Kelas 10
  1. Deskrifsikan tentang  kemauan/keinginan, hasrat , Nafsu, hawa nafsu, 
  2. Deskrifsikan  tentang Karakter/watak
  3. Deskrifsikan  tentang Kecerdasan IQ,EQ,EQ
  4. Deskrifsikan  tentang Kepribadian
  5. Deskrifsikan tentang  Penggolongan Psikologi


Kelas 11
  1. Deskrifsikan tentang  Pengertian psikologi pendidikan
  2. Deskrifsikan  Faktor- faktor yang mempengaruhi Intelegensi seeorang  dan Tes Intelegensi
  3. Deskrifsikan  tentang  Motivasi
  4. Deskrifsikan tentang  The Self dan Frustasi
  5. Deskrifsikan tentang   Kepribadian (personality)

Jumat, 05 Februari 2016

Perangkat Keras dan Fungsinya untuk Keperluan Akses Internet

Perangkat Keras dan Fungsinya untuk Keperluan Akses Internet


STANDAR KOMPETENSI
Menggunakan internet untuk keperluan informasi dan komunikasi

KOMPETENSI DASAR
Menjelaskan berbagai perangkat keras dan fungsinya untuk keperluan akses internet

INDIKATOR
Menjelaskan perangkat keras yang digunakan untuk akses internet
Menjelaskan fungsi ethernet card
Menjelaskan perbedaan modem dan router


PERANGKAT KERAS DAN FUNGSINYA UNTUK KEPERLUAN AKSES INTERNET

Kabel Coaxial


Kabel Coaxial atau populer dipanggil “coax” terdiri atas konduktor silindris melingkar yang mengelilingi sebuah kabel tembaga ini yang konduktif. Uuntuk LAn, kabel koaxial menawarkan beberapa keunggulan, antara lain dapat dijalankan dengan tanpa banyak bantuan dari repeater.

Ada beberapa jenis kabel coaxial, yaitu :
1.  Kabel Coaxial Thinnet ( Kabel RG-58 )
Kabel Coaxial Thinnet atau Kabel RG-58 biasa disebut dengan kabel BNC, singkatan dari British Naval Connector. Sebenarnya BNC adalah nama konektor yang dipakai, bukan nama kabelnya.
Kelebihan menggunakan kabel RG-58 adalah :
a. Fleksibel, mudah dipakai untuk instalasi dalam ruangan.
b. Dapat langsung dihubungkan ke komputer menggunakan konektor BNC
Spesifikasi teknis dari kabel ini adalah :
a. Mampu menjangkau bentangan maksimum 185 meter.
b. Impedansi Terminator 50 Ohm.
Fungsi:
Kabel coaxial jenis ini banyak dipergunakan di kalangan radio amatir terutama untuk transceiver yang tidak memerlukan output daya yang besar.
2.  Kabel Coaxial Thicknet ( Kabel RG-8 )
Kabel Coaxial Thicknet atau Kabel RG-8 adalah kabel coaxial yang dipakai untuk instalasi antar gedung, Spesifikasi kabel ini sama dengan dengan Kabel Coaxial Thinnet, hanya bentuk fisiknya lebih besar. Karena lebih besar, kabel ini dapat menampung data yang lebih banyak
sehingga cocok untuk instalasi sebagai backbone jaringan.

Spesifikasi Teknis dari kabel ini adalah :
a. Mampu menjangkau bentangan maksimum 500 meter.
b. Impedansi terminator 50 Ohm.
c. Membutuhkan Transceiver sebelum dihubungkan dengan komputer

Supaya komputer dapat terhubung ke jaringan thicknet, diperlukan transceiver. Koneksi antara Network Adapter Card dengan transceiver dibuat dengan menggunakan drop cable untuk menghubungkan Transceiver dengan Attachment Unit Interface ( AUI ) pada Network Adapter
Card. Interface dari AUI berbebtuk DB-15.
Bila dibandingkan antara Thicknet dengan thinnet, instalasi kabel thicknet jauh lebih sulit karena
sifatnya lebih kaku dan tidak fleksibel. Tetapi melihat kapasitas data dan jarak yang bisa dijangkau, jenis kabel ini masih menjadi favorit sebagai penghubung antar gedung.

Konektor :
a. BNC Kabel konektor
        Untuk menghubungkan kabel ke T konektor.
b. BNC T konektor
        Untuk menghubungkan kabel ke komputer.
c. BNC Barrel konektor
        Untuk menyambung 2 kabel BNC.
d. BNC Terminator
        Untuk menandai akhir dari topologi bus



Kabel Twisted Pair


Ada dua macam twisted pair, yaitu kabel UTP (Unshielded Twisted Pair) dan kabel STP (Shielded Twisted Pair). Karena harganya mahal maka kabel STP jarang digunakan. Kabel UTP yang biasa digunakan adalah kabel yang terdiri dari 4 pasang kabel yang terpilin. Dari 8 buah kabel yang ada pada kabel ini, hanya digunakan 4 buah saja untuk dapat mengirim dan menerima data (Ethernet). Perangkat lain yang berkenaan dengan penggunaan jenis kabel ini adalah konektor kabel UTP (RJ-45) dan HUB/SWITCH.
Ada beberapa klasifikasi kabel yang digunakan untuk jaringan twisted-pair, tapi yang paling populer adalah Category 5 (CAT 5). Masih ada beberapa klasifikasi untuk CAT 5 ini, untuk pemakaian biasa digunakan CMR Cable. Kabel CAT 5 dijual dalam bentuk rol di dalam karton berlubang untuk memudahkan penanganannya.
Pada ujung-ujung kabel CAT 5 ini dipasangkan konektor yang dikenal sebagai konektor RJ-45 (RJ dari kata 'Registered Jack'). Konektor RJ-45 ini mirip dengan konektor pada kabel telepon (RJ-11). Bila pada kabel telepon menggunakan tiga pasang kawat, maka kabel network ini menggunakan Empat pasang.
Ada dua macam pemasangan yang menghasilkan 'Ujung A' (End A) dan 'Ujung B' (End B). Urutan pemasangan kawat pada konektor yang dikenal sebagai End A dan End B ini pada dasarnya adalah standar EIA568A dan EIA568B. Kabel CAT 5 yang kedua ujungnya adalah Ujung  A disebut sebagai straight-through cable (kabel langsung), sedangkan bila yang satu Ujung A dan yang lainnya Ujung B dinamakan cross-over cable (kabel silang).

Apabila ingin menghubungkan dua komputer langsung tanpa menggunakan hub dengan kabel network, maka yang diperlukan adalah cross-over cable. Hubungan komputer dengan menggunakan hub memerlukan straight through cable. Sebenarnya pada kabel CAT 5 tidak semua kawat terpakai. Hanya kawat yang terhubung pada pin nomor 1, 2 ,3 dan 6 yang terpakai sedangkan kawat yang terhubung pada pin nomor 4, 5, 7 dan 8 tidak terpakai.

Fungsi:
Sebagai contoh penggunaan kabel UTP untuk sehari-harinya adalah digunakan untuk LAN dan kabel telpon. Salah satu alasan utama kenapa jenis kabel UTP ini sangat popular dibandingkan dengan jenis kabel lainnya adalah karena penggunaan Kabel UTP sebagai kabel telpon. Karena banyak gedung menggunakan kabel ini untuk sistem telepon dan juga biasanya ada kabel extra yang dipasang untuk memenuhi pengembangan di masa mendatang. Karena kabel ini juga bisa digunakan untuk mentransmisikan data dan juga suara, maka menjadi pilihan untuk membangun jaringan komputer. Yang membedakan antara telpon dengan komputer dalam hal penggunaan kabel UTP ini adalah terletak pada jack-nya atau konektornya. Pada komputer digunakan RJ-45, yang dapat menampung 8 koneksi kabel sedangkan pada telpon digunakan RJ-11, dapat menampung 4 koneksi kabel dan ukurannya lebih kecil. Lebih jelasnya bisa dilihat koneksi dari telpon anda yang menggunakan RJ-11.


Ethernet Card



Spesifikasi Ethernet mendefinisikan fungsi-fungsi yang terjadi pada lapisan fisik dan lapisan data-link dalam model referensi jaringan tujuh lapis OSI, dan cara pembuatan paket data ke dalam frame sebelum ditransmisikan di atas kabel.
Ethernet merupakan sebuah teknologi jaringan yang menggunakan metode transmisi Baseband yang mengirim sinyalnya secara serial 1 bit pada satu waktu. Ethernet beroperasi dalam modus half-duplex, yang berarti setiap station dapat menerima atau mengirim data tapi tidak dapat melakukan keduanya secara sekaligus. Fast Ethernet serta Gigabit Ethernet dapat bekerja dalam modus full-duplex atau half-duplex.
Ethernet menggunakan metode kontrol akses media Carrier Sense Multiple Access with Collision Detection untuk menentukan station mana yang dapat mentransmisikan data pada waktu tertentu melalui media yang digunakan. Dalam jaringan yang menggunakan teknologi Ethernet, setiap komputer akan "mendengar" terlebih dahulu sebelum "berbicara", artinya mereka akan melihat kondisi jaringan apakah tidak ada komputer lain yang sedang mentransmisikan data. Jika tidak ada komputer yang sedang mentransmisikan data, maka setiap komputer yang mau mengirimkan data dapat mencoba untuk mengambil alih jaringan untuk mentransmisikan sinyal. Sehingga, dapat dikatakan bahwa jaringan yang menggunakan teknologi Ethernet adalah jaringan yang dibuat berdasrkan basis First-Come, First-Served, daripada melimpahkan kontrol sinyal kepada Master Station seperti dalam teknologi jaringan lainnya.
Jika dua station hendak mencoba untuk mentransmisikan data pada waktu yang sama, maka kemungkinan akan terjadi collision (kolisi/tabrakan), yang akan mengakibatkan dua station tersebut menghentikan transmisi data, sebelum akhirnya mencoba untuk mengirimkannya lagi pada interval waktu yang acak (yang diukur dengan satuan milidetik). Semakin banyak station dalam sebuah jaringan Ethernet, akan mengakibatkan jumlah kolisi yang semakin besar pula dan kinerja jaringan pun akan menjadi buruk. Kinerja Ethernet yang seharusnya 10 Mbit/detik, jika dalam jaringan terpasang 100 node, umumnya hanya menghasilkan kinerja yang berkisar antara 40% hingga 55% dari bandwidth yang diharapkan (10 Mbit/detik). Salah satu cara untuk menghadapi masalah ini adalah dengan menggunakan Switch Ethernet untuk melakukan segmentasi terhadap jaringan Ethernet ke dalam beberapa collision domain.
Jika dilihat dari kecepatannya, Ethernet terbagi menjadi empat jenis, yakni sebagai berikut:

10 Mbit/detik, yang sering disebut sebagai Ethernet saja (standar yang digunakan: 10Base2, 10Base5, 10BaseT, 10BaseF)
100 Mbit/detik, yang sering disebut sebagai Fast Ethernet (standar yang digunakan: 100BaseFX, 100BaseT, 100BaseT4, 100BaseTX)
1000 Mbit/detik atau 1 Gbit/detik, yang sering disebut sebagai Gigabit Ethernet (standar yang digunakan: 1000BaseCX, 1000BaseLX, 1000BaseSX, 1000BaseT).
10000 Mbit/detik atau 10 Gbit/detik. Standar ini belum banyak diimplementasikan.

Ethernet mentransmisikan data melalui kabel jaringan dalam bentuk paket-paket data yang disebut dengan Ethernet Frame. Sebuah Ethernet frame memiliki ukuran minimum 64 byte, dan maksimum 1518 byte dengan 18 byte di antaranya digunakan sebagai informasi mengenai alamat sumber, alamat tujuan, protokol jaringan yang digunakan, dan beberapa informasi lainnya yang disimpan dalam header serta trailer (footer). Dengan kata lain, maksimum jumlah data yang dapat ditransmisikan (payload) dalam satu buah frame adalah 1500 byte.
Ethernet menggunakan beberapa metode untuk melakukan enkapsulasi paket data menjadi Ethernet frame, yakni sebagai berikut:

Ethernet II (yang digunakan untuk TCP/IP)
Ethernet 802.3 (atau dikenal sebagai Raw 802.3 dalam sistem jaringan Novell, dan digunakan untuk berkomunikasi dengan Novell NetWare versi 3.11 atau yang sebelumnya)
Ethernet 802.2 (juga dikenal sebagai Ethernet 802.3/802.2 without Subnetwork Access Protocol, dan digunakan untuk konektivitas dengan Novell NetWare 3.12 dan selanjutnya)
Ethernet SNAP (juga dikenal sebagai Ethernet 802.3/802.2 with SNAP, dan dibuat sebagai kompatibilitas dengan sistem Macintosh yang menjalankan TCP/IP)

Sayangnya, setiap format frame Ethernet di atas tidak saling cocok/kompatibel satu dengan lainnya, sehingga menyulitkan instalasi jaringan yang bersifat heterogen. Untuk mengatasinya, lakukan konfigurasi terhadap protokol yang digunakan via sistem operasi.
Ethernet dapat menggunakan topologi jaringan fisik apa saja (bisa berupa topologi bus, topologi ring, topologi star atau topologi mesh) serta jenis kabel yang digunakan (bisa berupa kabel koaksial (bisa berupa Thicknet atau Thinnet), kabel tembaga (kabel UTP atau kabel STP), atau kabel serat optik). Meskipun demikian, topologi star lebih disukai. Secara logis, semua jaringan Ethernet menggunakan topologi bus, sehingga satu node akan menaruh sebuah sinyal di atas bus dan sinyal tersebut akan mengalir ke semua node lainnya yang terhubung ke bus.


Modem


Modem singkatan Modulator Demodulator. Modulator merupakan bagian yang mengubah sinyal informasi kedalam sinyal pembawa (Carrier) dan siap untuk dikirimkan, sedangkan Demodulator adalah bagian yang memisahkan sinyal informasi (yang berisi data atau pesan) dari sinyal pembawa (carrier) yang diterima sehingga informasi tersebut dapat diterima dengan baik. Modem merupakan penggabungan kedua-duanya, artinya modem adalah alat komunikasi dua arah. Setiap perangkat komunikasi jarak jauh dua-arah umumnya menggunakan bagian yang disebut "modem", seperti VSAT, Microwave Radio, dan lain sebagainya, namun umumnya istilah modem lebih dikenal sebagai Perangkat keras yang sering digunakan untuk komunikasi pada komputer.
Data dari komputer yang berbentuk sinyal digital diberikan kepada modem untuk diubah menjadi sinyal analog. Sinyal analog tersebut dapat dikirimkan melalui beberapa media telekomunikasi seperti telepon dan radio.Setibanya di modem tujuan, sinyal analog tersebut diubah menjadi sinyal digital kembali dan dikirimkan kepada komputer. Terdapat dua jenis modem secara fisiknya,yaitu modem eksternal dan modem internal
Fungsi modem yaitu untuk mengubah sinyal digital menjadi sinyal analog dan juga sebaliknya. Dewasa ini modem telah berkembang dengan berbagai fasilitas yang cukup bermanfaat, misalnya voice modem. Dengan adanya fasilitas voice modem ini, merubah fungsi modem bukan hanya sebagaipenyambung ke internet tetapi lebih dari itu, modem dapat menjadi saluran radio, audio, percakapan telepon sampaistreaming video.

Perangkat Modem Eksternal berada diluar komputer. Modem eksternal dihubungkan ke komputer melalui port COM atau USB. Modem jenis ini biasanya menggunakan sumber tegangan terpisah berupa adaptor. Keuntungan penggunaan modem jenis ini adalah portabilitasnya yang cukup baik sehingga gampang dipindah-pindah untuk digunakan di komputer lain. Disamping itu dengan menggunakan modem eksternal, tidak perlu ada slot ekspansi yang dikorbankan sehingga bisa dipakai untuk keperluan lain, terutama apabila mainboard yang digunakan hanya menyediakan sedikit slot ekspansi. Modem eksternal juga dilengkapi dengan lampu indikator yang memudahkan kita untuk memonitor status modem. Kerugiannya, harganya lebih mahal dibandingkan dengan modem internal. Modem eksternal juga membutuhkan tempat tersendiri untuk menaruhnya meskipun kecil.



Perangkat Modem Internal adalah model yang terpasang langsung didalam komputer. Secara fisik modem internal berupa sebuah card yang tertancap pada salah satu slot ekspansi pada mainboard, biasanya pada slot ISA atau PCI. Penggunaan modem jenis ini memiliki beberapa keuntungan, antara lain adalah lebih hemat tempat dan dari segi harga lebih ekonomis dibandingkan dengan modem eksternal. Karena telah terpasang di dalam komputer, maka modem jenis ini tidak membutuhkan adaptor seperti halnya modem eksternal sehingga system terkesan lebih ringkas tanpa ada banyak kabel berseliweran yang bisa memberi kesan kurang rapi. Namun demikian, modem internal memiliki kelemahan berupa tidak adanya indikator untuk memonitor status modem.


Hub


Hub berfungsi untuk menggabungkan beberapa komputer menjadi satu buah kelompok jaringan. Mungkin bila kita hanya akan menghubungkan dua buah PC kita hanya akan memerlukan Kabel UTP dengan Crimping dengan metode cross cable. Tapi bagaimana halnya dengan 10 PC ? atau 20 PC ? disinilah fungsi hub bekerja dimana komputer-komputer tersebut akan dihubungkin dengan UTP Straight Cable yang dicolokkan ke port-port yang ada di hub dan diset dengan IP dengan alamat jaringan yang sama, maka kita akan berada di dalam jaringan komputer yang terdiri lebih dari 2 buah PC.

Hub memiliki sedikit kejelekan dimana dia akan membroadcast semua paket yang akan dikirim ke salah satu IP Tujuan maksudnya apabila data atu informasi yang diterima. Hal ini mungkin tidak akan terasa bila kita hanya memiliki 10 buah PC yang terkoneksi dalam satu jaringan.
Cara kerja Hub :
Pada dasarnya adalah sebuah pemisah sinyal (signal splitter). Ia mengambil bit-bit yang datang dari satu port dan mengirimkan copynya ke tiap-tiap port yang lain. Setiap host yang tersambung ke hub akan melihat paket ini tapi hanya host yang ditujukan saja yang akan memprosesnya. Ini dapat menyebabkan masalah network traffic karena paket yang ditujukan ke satu host sebenarnya dikirimkan ke semua host (meskipun ia hanya diproses oleh salah satu yang ditujukannya saja).


Switch


Pengalih jaringan (atau switch) adalah sebuah alat jaringan yang melakukan penjembatan taktampak (penghubung penyekatan (segmentation) banyak jaringan dengan pengalihan berdasarkan alamat MAC.
Switch jaringan dapat digunakan sebagai penghubung komputer atau penghala pada satu area yang terbatas, pengalih juga bekerja pada lapisan taut data (data link), cara kerja pengalih hampir sama seperti jembatan (bridge), tetapi switch memiliki sejumlah porta sehingga sering dinamakan jembatan pancaporta (multi-port bridge).
Sebuah Switch Ethernet adalah LAN interkoneksi perangkat yang beroperasi pada lapisan data-link (lapisan 2) dari model referensi OSI . saklar pada dasarnya mirip dengan jembatan, tetapi biasanya mendukung jumlah yang lebih besar dari segmen LAN terhubung dan memiliki kemampuan manajemen yang lebih kaya. LAN modern semakin diganti media bersama media diaktifkan, dengan menginstal switch Ethernet dan jembatan di tempat hub dan repeater. Partisi logis ini lalu lintas ke perjalanan hanya selama segmen jaringan di jalur antara sumber dan tujuan. Hal ini mengurangi bandwidth yang terbuang dari hasil dari mengirim paket ke bagian jaringan yang tidak perlu menerima data. Ada juga manfaat dari pengamanan ditingkatkan (pengguna kurang mampu tap-in ke's data pengguna lain), manajemen yang lebih baik (kemampuan untuk mengontrol siapa yang menerima informasi apa (yaitu Virtual LAN) dan untuk membatasi dampak dari masalah jaringan), dan kemampuan untuk mengoperasikan beberapa link di full duplex (duplex lebih dari setengah diperlukan untuk mengakses bersama-sama).SDN (Integrated Services Digital Network) Switch atau yang dikenal sebagai istilah Frame relay switch over ISDN yang biasanya terdapat pada Service Provider bekerja seperti halnya switch, tapi memiliki perbedaan yaitu interface yang digunakan berupa ISDN card atau ISDN router.SDN (Integrated Services Digital Network) Switch atau yang dikenal sebagai istilah Frame relay switch over ISDN yang biasanya terdapat pada Service Provider bekerja seperti halnya switch, tapi memiliki perbedaan yaitu interface yang digunakan berupa ISDN card atau ISDN router.SDN (Integrated Services Digital Network) Switch atau yang dikenal sebagai istilah Frame relay switch over ISDN yang biasanya terdapat pada Service Provider bekerja seperti halnya switch, tapi memiliki perbedaan yaitu interface yang digunakan berupa ISDN card atau ISDN router.SDN (Integrated Services Digital Network) Switch atau yang dikenal sebagai istilah Frame relay switch over ISDN yang biasanya terdapat pada Service Provider bekerja seperti halnya switch, tapi memiliki perbedaan yaitu interface yang digunakan berupa ISDN card atau ISDN router.

Router


Router memiliki kemampuan melewatkan paket IP dari satu jaringan ke jaringan yang lain yang mungkin memiliki banyak jalur di antara keduanya dan dapat juga digunakan
untuk menghubungkan sejumlah LAN (Local Area Network).
Sebuah Router menjalankan fungsi yang sama seperti sebuah bridge tapi dilakukannya dengan  lebih baik. Sebuah Router secara konstan memeriksa jaringan untuk memonitor pola dari traffic dan penambahan dari titik koneksi, modifikasi, dan penghapusan. Router mengunakan informasi ini untuk membangun sebuah “peta” internal dari jaringan. Router secara periodik menukar informasi dalam internal tabel dengan router lain untuk mendapatkan pengetahuan dari jaringan sesudahnya yang secara langsung terkoneksi.
Mereka menggunakan informasi ini untuk meneruskan paket data dari titik koneksi lokal ke penerima yang jauh dan membuat keputusan yang terbaik ketika ada kemungkinan router yang
ganda ke sebuah penerima. Sebuah router yang berdiri sendiri intinya adalah spesial kegunaan komputer dengan prosessor dan penyimpanan. Fungsi routing dapat ditambahkan didalam perangkat lain seperti LAN Hub atau kegunaan computer secara umum.
Beberapa system komputer dengan NIU ganda yang terkoneksi ke segment yang berbeda atau jaringan bisa sebuah router jika software yang sesuai dipasang. Software routing biasanya adalah sebuah komponen system operasi jaringan yang standard dan mungkin atau tidak mungkin bisa difungsikan oleh server administrator. Fungsi routing biasanya diaktifkan pada server dalam LAN kecil untuk menghindari pengeluaran yang bertambah dari sebuah dedicated
router. Routing bukan sebuah tugas penghitungan yang komplek, tetapi membutuhkan kapabilitas I/O yang luas. Setiap paket jaringan hrs diperiksa dan diteruskan. Dalam sebuah jaringan yang sibuk, volume paket dapat menghabiskan kebanyakan atau semua dari kapasitas bus dari sebuah kegunaan kompuetr secara dasar. Seperti sebuah load yang besar bias meninggalkan ketidakcukupan bus atau kapasitas jaringan I/O untuk melakukan fiungsi server transfer file dan sharing printer.

Repeater


Repeater berfungsi untuk penguat sinyal dari kabel, misalnya pada sebuah jaringan LAN dengan topologi start yang menggunakan kabel UTP juga berfungsi sebagai untuk memperbaiki dan memperkuat sinyal atau isyarat yang melewatinya, dua sub yang dilewatkan pada repeater memiliki protocol yang sama untuk semua lapisan. Repeater juga berfungsi sebagai memperbesar batasan panjang satu segmen.




Bridges


Sebuah bridge, biasanya disebut sebagai sebuah repeater mengcopy atau mengulang paket dari satu segment jaringan ke yang lainnya. Kompleksitas dari sebuah bridges dan fungsi pasti bergantung pada perbedaan antara segment jaringan yang terkoneksi.
Bridges yang sederhana mengkoneksi segment jaringan yang menggunakan identik kecepatan transmisi, tipe paket dan protokol. Bridge yang lebih komplek menghubungkan segment jaringan yang tidak sama dan menterjemaahkan format paket dan protokol jaringan .
Sebuah bridge memeriksa paket pada setiap jaringan untuk tujuan alamat dari titik koneksi pada jaringan lain dan mencopy paket tersebut kepada jaringan lain. Pada saat jaringan bridge memeriksa paket juga memeriksa pada sumber alamat dan mengupdate tabel internal dari alamat titik koneksi pada setiap segment jaringan. Bridge biasanya digunakan untuk :
a. Membangun sebuah virtual LAN dari dua LAN yang terpisah.
b. Membagi sebuah LAN ke dalam segment untuk meminimalkan kesempitan pada jaringan.

Design dari sebuah jaringan biasanya dibutuhkan untuk membangun sebuah LAN yang lebih besar dari standar design yang diperbolehkan. Sebagai contoh, 100-Mbps Ethernet LAN tidak bisa lebih panjang dari 210 meter. Jika 300-meter LAN dibutuhkan, maka 2 LAN yang lebih pendek bisa digabungkan dengan sebuah bridge. LAN bridge biasanya disebut Virtual LAN.
Jika sebuah LAN secara rutin dipenuhi dengan trafik, keluarannya bisa ditingkatkan dengan membagi LAN menjadi 2 atau lebih segment dan menggabungkan segmen dengan bridge. Titik
koneksi yang mempunyai volume komunikasi yang tinggi satu dengan yang lainnya terhubung dalam satu segment jaringan dengan meminimalkan jumlah paket yang dibutuhkan untuk
melewati bridge.


DAFTAR PUSTAKA

Fariz Arruqy. Fungsi-Fungsi Perangkat Internet. http://ml.scribd.com/doc/18961830/ FungsiFungsi-        Perangkat-Keras-Internet (diakses tanggal 15 Agustus 2012).

Novian, A dan Dudung A. 2010.  Teknologi Informasi dan Komunikasi Untuk SMA/MA Kelas XI. Jakarta:        Pusat Perbukuan, Kementerian Pendidikan Nasional.

Wikipedia. 2012. Ethernet. http://id.wikipedia.org/wiki/Ethernet. (diakses tanggal  15 Agustus 2012).

Wikipedia. 2012. Pengalih Jaringan. http://id.wikipedia.org/wiki/Pengalih_jaringan. (diakses tanggal 15         Agustus 2012).



Rabu, 29 Oktober 2014

Langkah-Langkah PBM pada KURTILAS


Salah satu kesulitan guru dalam menyusun RPP adalah bagaimana merencanakan tahapan-tahapan dalam langkah pembelajaran. Oleh karena itu berikut ini penjelasan masing-masing tahapan dalam langkah tersebut yang terdiri dari pendahuluan. kegiatan inti dan penutup.
A. Kegiatan Pendahuluan
Dalam kegiatan pendahuluan, guru:
  1. menyiapkan peserta didik secara psikis dan fisik untuk mengikuti proses pembelajaran;
  2. mengajukan pertanyaan-pertanyaan tentang materi yang sudah dipelajari dan terkait dengan materi yang akan dipelajari;
  3. mengantarkan peserta didik kepada suatu permasalahan atau tugas yang akan dilakukan untuk mempelajari suatu materi dan menjelaskan tujuan pembelajaran atau KD yang akan dicapai; dan
  4. menyampaikan garis besar cakupan materi dan penjelasan tentang kegiatan yang akan dilakukan peserta didik untuk menyelesaikan permasalahan atau tugas.
B. Kegiatan Inti
Kegiatan inti merupakan proses pembelajaran untuk mencapai tujuan, yang dilakukan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk secara aktif menjadi pencari informasi, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik.

Kegiatan inti menggunakan metode yang disesuaikan dengan karakteristik peserta didik dan matapelajaran, yang meliputi proses observasi, menanya, mengumpulkan informasi, asosiasi, dan komunikasi. Untuk pembelajaran yang berkenaan dengan KD yang bersifat prosedur untuk melakukan sesuatu, guru memfasilitasi agar peserta didik dapat melakukan pengamatan terhadap pemodelan/demonstrasi oleh guru atau ahli, peserta didik menirukan, selanjutnya guru melakukan pengecekan dan pemberian umpan balik, dan latihan lanjutan kepada peserta didik. Dalam setiap kegiatan guru harus memperhatikan kompetensi yang terkait dengan sikap seperti jujur, teliti, kerja sama, toleransi, disiplin, taat aturan, menghargai pendapat orang lain yang tercantum dalam silabus dan RPP. Cara pengumpulan data sedapat mungkin relevan dengan jenis data yang dieksplorasi, misalnya di laboratorium, studio, lapangan, perpustakaan, museum, dan sebagainya. Sebelum menggunakannya peserta didik harus tahu dan terlatih dilanjutkan dengan menerapkannya.

1) Mengamati
Dalam kegiatan mengamati, guru membuka secara luas dan bervariasi kesempatan peserta didik untuk melakukan pengamatan melalui kegiatan: melihat, menyimak, mendengar, dan membaca. Guru memfasilitasi peserta didik untuk melakukan pengamatan, melatih mereka untuk memperhatikan (melihat, membaca, mendengar) hal yang penting dari suatu benda atau objek.

2) Menanya
Dalam kegiatan mengamati, guru membuka kesempatan secara luas kepada peserta didik untuk bertanya mengenai apa yang sudah dilihat, disimak, dibaca atau dilihat. Guru perlu membimbing peserta didik untuk dapat mengajukan pertanyaan: pertanyaan tentang hasil pengamatan objek yang konkrit sampai kepada yang abstra berkenaan dengan fakta, konsep, prosedur, atau pun hal lain yang lebih abstrak. Pertanyaan yang bersifat faktual sampai kepada pertanyaan yang bersifat hipotetik.
Dari situasi di mana peserta didik dilatih menggunakan pertanyaan dari guru, masih memerlukan bantuan guru untuk mengajukan pertanyaan sampai ke tingkat di mana peserta didik mampu mengajukan pertanyaan secara mandiri.

Dari kegiatan kedua dihasilkan sejumlah pertanyaan. Melalui kegiatan bertanya dikembangkan rasa ingin tahu peserta didik. Semakin terlatih dalam bertanya maka rasa ingin tahu semakin dapat dikembangkan.
Pertanyaan terebut menjadi dasar untuk mencari informasi yang lebih lanjut dan beragam dari sumber yang ditentukan guru sampai yang ditentukan peserta didik, dari sumber yang tunggal sampai sumber yang beragam.

3) Mengumpulkan dan mengasosiasikan
Tindak lanjut dari bertanya adalah menggali dan mengumpulkan informasi dari berbagai sumber melalui berbagai cara. Untuk itu peserta didik dapat membaca buku yang lebih banyak, memperhatikan fenomena atau objek yang lebih teliti, atau bahkan melakukan eksperimen. Dari kegiatan tersebut terkumpul sejumlah informasi.
Informasi tersebut menjadi dasar bagi kegiatan berikutnya yaitu memeroses informasi untuk menemukan keterkaitan satu informasi dengan informasi lainnya, menemukan pola dari keterkaitan informasi dan bahkan mengambil berbagai kesimpulan dari pola yang ditemukan.

4)Mengkomunikasikan hasil
Kegiatan berikutnya adalah menuliskan atau menceritakan apa yang ditemukan dalam kegiatan mencari informasi, mengasosiasikan dan menemukan pola. Hasil tersebut disampikan di kelas dan dinilai oleh guru sebagai hasil belajar peserta didik atau kelompok peserta didik tersebut.

C.Kegiatan Penutup

Dalam kegiatan penutup, guru bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan pelajaran, melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram, memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran, merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik, dan menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya.

Jumat, 19 September 2014

Cara Membuat Artikel di Blog

CARA MEMBUAT ARTIKEL DI BLOG 

Untuk memudahkan, Kenali icon-icon yang menjadi fitur di editor posting di blogspot di bawah ini:
fitur di dalam post editor dari blogspot
  1. JUDUL POS adalah tempat anda memasukkan judul artikel yang akan anda ketik. Untuk membuat blog anda bersaing di pencarian Google, pastikan anda meletakkan kata kunci yang anda incar di awal judul.
  2. PUBLIKASIKAN adalah tombol untuk menerbitkan artikel yang anda anggap sudah selesai dan layak diterbitkan
  3. SIMPAN adalah tombol yang bisa anda gunakan untuk menyimpan ketikan anda dalam bentuk draft jika anda belum bisa menyelesaikannya saat itu juga. Anda bisa mengeditnya lagi nanti dengan membuka menu POS dan mengklik link EDIT di bawah draft yang tersimpan ini.
  4. PRATINJAU adalah tombol untuk melihat bagaimana tampilan dari ketikan anda saat diterapkan dalam template blog anda
  5. TUTUP adalah tombol untuk menutup editor ini
  6. COMPOSE adalah tampilan RICH TEXT saat kita sedang mengetik artikel
  7. HTML adalah tampilan dalam bentuk kode HTML, anda juga bisa membuat kode yang tidak ada pada icon di tampilan ini.
  8. UNDO dan REDO, di mana anda bisa membatalkan atau mengulangi suatu tindakan
  9. FONT FAMILY adalah tombol untuk mengubah jenis huruf yang digunakan dalam pengetikan
  10. FONT SIZE adalah tombol yang digunakan untuk mengubah ukuran dari huruf
  11. FORMAT adalah tombol untuk mengubah suatu text menjadi judul poin pembahasan, atau judul subpoin pembahasan, atau judul dari subsubpoin pembahasan. Sangat direkomendasikan menggunakan fitur ini untuk membuat artikel blog menjadi SEO friendly.
  12. BOLD adalah tombol untuk membuat huruf menjadi cetak tebal. Untuk membuat artikel blog anda lebih SEO, maka sebaiknya pemunculan pertama kata kunci di dalam artikel dicetak tebal
  13. ITALIC adalah tombol untuk membuat cetak miring, selain bold anda juga bisa menggunakan ini dan poin SEOnya sama saja
  14. UNDERLINED adalah tombol untuk memberi garis bawah
  15. STRIKETHROUGH adalah tombol untuk memberi coretan pada tulisan
  16. FONT COLOR adalah tombol untuk mengubah warna teks
  17. FONT HIGHLIGHTS berfungsi untuk memberi sorotan berwarna pada suatu bagian di dalam artikel yang dianggap penting
  18. LINK dipergunakan untuk membuat tautan di dalam artikel anda
  19. MASUKKAN GAMBAR tentu saja untuk memasang gambar di dalam postingan
  20. MASUKKAN VIDEO untuk mengunggah sebuah video ke dalam postingan anda
  21. JUMPBREAK digunakan untuk memotong tampilan artikel saat ditampilkan di halaman muka blog anda. Cukup klik pada suatu titik di dalam artikel anda lalu klik icon jumpbreak ini, maka yang berada di bawah titik yang anda tentukan tadi tidak akan ditayangkan di halaman muka.
  22. RATA TEKS, digunakan untuk mengatur tulisan rata kiri, tengah, kanan, atau imbang.
  23. ORDERED LIST untuk memberi penomoran pada poin-poin artikel.
  24. UNORDERED LIST untuk memberi penandaan pada poin-poin artikel.
  25. QUOTE untuk memberi tampilan khusus pada frasa atau kalimat atau paragraf yang kita anggap sebagai kutipan
  26. REMOVE FORMATTING, untuk membersihkan semua style atau editan yang sudah kita terapkan pada suatu bagian di dalam artikel
  27. CHECK SPELLING, jika anda mau mengecek pengejaan. Sepertinya ini untuk bahasa inggris saja
  28. LEBEL, untuk memberi label kepada tulisan anda sebagai sistem pengelompokan artikel
  29. JADWAL, bisa anda gunakan untuk menentukan waktu artikel akan terbit secara otomatis suatu saat di waktu yang akan datang
  30. TAUTAN PERMANEN bisa anda gunakan untuk membuat URL yang anda inginkan untuk artikel anda
  31. LOKASI untuk memasukkan keterangan tempat di mana anda saat menulis  artikel tersebut
  32. DESKRIPSI PENELUSURAN, ini adalah tempat memasukkan meta description ke dalam artikel. Masukkan penjelasan singkat dari isi artikel anda (max.150 karakter) dan pastikan mengandung kata kunci....
  33. PILIHAN adalah tombol yang berisi opsi HTML untuk mode tulis dan baris baru ketikan anda. Kalau anda bingung, maka abaikan saja.

Kamis, 12 Juni 2014

Ulangan Kenaikan Kelas (UKK) Ilmu Pendidikan Tingkat Mu'allimin Tahun 2013/2014

Petunjuk:
  • Kerjakan soal-soal berikut dengan baik
  • Jawaban dibuat pada kertas ukuran A4
  • Hasil Jawaban dikumpulkan paling lambat hari Senin, 15 Juni 2014
  • Seluruh lembar jawaban dijilid semua sesuai masing-masing kelas.

I. Soal Ilmu Pendidikan Kelas X
  1. Uraikan apa yang anda ketahui tentang konsep yang melatarbelakangi pelaksanaan kurikulum 2013!
  2. Bagaimana peran seorang guru dalam proses pembelajaran?
  3. Uraikan yang anda ketahui tentang langkah-langkah pemilihan dan penggunaan metode dan media dalam pembelajaran!
  4. Uraikan yang anda ketahui tentang pengertian, jenis, kelebihan dan kekurangan media pembelajaran!

II. Soal Ilmu Pendidikan Kelas XI
  1. Uaraikan apa yang anda ketahui tentang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)!
  2. Uraikan apa yang anda ketahui tentang konsep yang melatarbelakangi pelaksanaan kurikulum 2013 khususnya tingkat PAUD!
  3. Salah satu pendekatan yang digunakan dalam pembelajaran di PAUD adalah pendekatan tematik, uraikan!
SELAMAT BEKERJA.........

Senin, 10 Juni 2013

NPSN


Keberadaan Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN) nerupakan sebuah legalisasi keberadaan sekolah kita.
Untuk mengecek NPSN MTs. Al-Falaah Kopo di link berikut: http://refsp.data.kemdikbud.go.id/ref_data/tabs.php?npsn=20278116

Jumat, 07 Juni 2013

NUPTK

 KEMDIKBUD

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAANBADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DAN PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN

Mulai bulan Mei 2013, BPSDMPK-PMP menyelenggarakan kegiatan Pemutakhiran Data NUPTK, yang wajib diikuti oleh PTK.
Berkenaan dengan sangat pentingnya kepemilikan NUPTK bagi tenaga pendidik, sejatinya sudah tervalidasi. untuk mengetahui NUPTK anda klik link berikut: padamu.kemdikbud.go.id

Alumni MTs. Al-Falaah Kopo 2012/2013

Tiga tahun sudah....
moga bermanfaat...
selanjutnya.....
Add caption
Aghisna Ammaruddin

Ajeng Pratiwi

Amel

Anita N
Aam Amirudin
Astri

Cacam Nurhayati

Dea

Dela

Desi Rahmawati

Diansyah
Enjang Sholehuddin

Farhan

Firmansyah F.

Gilang R. Rais

Hadi Aliansyah S.
Hami
Lisnawati

M. Ihsan

Ilham M. Entang

Ikhsan F Rozy

M. Iqbal Kh.

Husni
Nida

Pipit Julia Niswan

Putri Hadaina

Regina Ayu Dy

Resya

M. Rijal
Suci Nurhalisa

Syifa

M. Tahajudin
Taopik Nawawi
Teguh

Wahidin

Widi
Windi

Senin, 22 Oktober 2012

Model Pembelajaran 2


JIGSAW (MODEL TIM AHLI

Langkah-langkahnya:
  1. Presentasi kelas
  2. Guru membentuk kelompok asal
  3. Tiap orang dalam kelompok asal diberi bagian materi yang berbeda
  4. Bekerja dalam kelompok expert (siswa berkelompok dan bekerja sesuai bagian materinya dalam kelompok baru/kelompok expert)
  5. Diskusi dalam kelompok asal. (Tiap anggota kembali ke kelompok asal dan bergantian mengajar teman satu tim mereka tentang sub bab yang mereka kuasai dan tiap anggota lainnya mendengarkan dengan sungguh-sungguh)
  6. Validasi dan scaffolding. (Tiap kelompok mempresentasikan hasil diskusi)
  7. Guru memberi evaluasi
  8. Guru memberikan Penghargaan